80 Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati, Sebuah Ungkapan di saat Galau #1
80 Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati, Sebuah Ungkapan di saat Galau #1
Source : dream.co.id
“ Bodohnya aku terlena dalam untaian kata indah darimu, hingga akhirnya ku tenggelam dengan kenanganmu,” anonim.
“ Jangan sekali-kali menempatkan diriku dalam kerumunan wajah sendu, terutama di hari bahagiamu,” anonim.
“ Tahukah kau jika diri ini telah menikmati setiap detik saat kita bersama, karena ku tahu ketika kau pergi, maka semua itu sudah dalam ingatanku,” anonim.
“ Dunia ini begitu luas untuk diarungi, jadi jangan biarkan aku lupa dengan hanya mengarungi duniamu saja,” anonim.
“ Ada masa ketika kau memberikan isyarat cinta, namun ada juga saat kau memberikan isyarat untuk pergi,” anonim.
“ Jika ada seseorang yang mengajakmu ke puncak, maka ia adalah aku yang paling depan untuk menemanimu mendaki,” anonim.
“ Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu,” anonim.
“ Jika kau tanya untuk apa hujan membasahi bumi, maka ia tidak tahu, beda dengan air mata yang tahu untuk siapa ia terjatuh,” anonim.
“ Embun telah pergi di pagi ini, basah hujan semalam pun telah mengering. Namun ketika ku lihat perjuangan di balik cermin, maka yang tersisa hanyalah kenangan,” anonim.
“ Berikan sedikit cahaya dalam gelapmu, agar aku bisa percaya akan adanya harapan,” anonim.
“ Meski tak bisa ku sentuh, namun aku inginkan kamu yang utuh,” anonim.
“ Dan hanya senyummu yang merambat dalam ingatan, menjeratku dengan kenangan yang terjadi berulang-ulang,” anonim.
“ Sebesar itukah ombak kenanganmu hingga kau anggap kesungguhan ini hanyalah sebesar semut yang ingin hidup di samudra,” anonim.
“ Kan ku jaga pelabuhan hati ini saat kau masih berlayar menjelajahi petualangan cinta yang baru,” anonim.
“ Tak usahlah kau merasa terganggu, karena aku hanya mencintaimu dalam diam,” anonim.
“ Dan kenyataannya kita hanya bertegur sapa, padahal dulu pernah sedekat nadi, hingga akhirnya hujan membawamu pergi,” anonim.
“ Jika kau pikir aku masa lalu, maka ingatlah kita pernah ingin menggapai mimpi yang baru,” anonim.
“ Entah kenapa saat ia menghilang, seluruh dunia menjadi terpuruk,” Lamartine.
“ Setidaknya tersenyumlah tanpa diriku, jika memang kau tak bahagia denganku,” Yoon Myong Joo.
“ Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai,” Haruki Murakami.
“ Mencintai orang yang tidak cinta, berharap pada hal yang tidak pasti, dan peduli pada mereka yang acuh. Pada saatnya sakit itu akan muncul ketika penyesalan nanti,” Raditya Dika.
“ Suatu saat bukan diri ini yang akan kau rindukan, namun hatiku, rumah nyaman yang pernah menghuni cintamu,” anonim.
“ Sungguh hebat sekali, baru kemarin kita jalan bersama, sekarang kau dengan yang lain,” anonim.
“ Aku tak pernah berharap agar kau menjadi milikku, namun hanya satu pintaku. Tersenyumlah dan berkata jika kita bertemu – Ia adalah orang yang selalu sayang padaku,” anonim.
“ Mungkinkah aku jadi orang yang paling bahagia, jika masih bersamamu?”, anonim.
“ Jika memang aku harus mengajarimu cara mencintaiku atau sekedar memberitahuku, maka jaga cinta itu dan juga kata-katamu,” Najwa Zebian.
“ Orang-orang bahkan tidak menyadari akan kesepian ini, dan seakan-akan mereka menganggap remeh semua ini,” Tom Hansen.
“ Kenapa hati ini masih menunggu, dan tak mau beranjak untuk mengharap cintamu yang semu,” anonim.
“ Izinkan aku bermimpi dunia ini milik kita berdua, meski saat terjaga aku tahu dengan pasti kau adalah miliknya,” anonim.
“ Dan ketika hujan turun maka kesedihan itu datang, sama seperti saat ku lihat kau berpayung berdua bersamanya dan berbagi rasa,” anonim.
“ Untuk merelakanmu maka tidak bisa dengan seuntai kata perpisahan yang turut mengiringi pelarianmu,” anonim.
“ Jika saja matahari tak pernah terbenam, mungkin cinta ini tak akan pernah padam,” anonim.
“ Jika kau memilih jalan lain untuk pulang, maka pastikan kita tidak saling berpapasan, di ujung jalan persimpangan yang biasa ku sebut dengan penantian,” anonim.
“ Bagaimana kata indah bisa terukir jelas, tanpa ada dirimu di dalam hatiku,” anonim.
“ Jika kau tahu aku tak pernah dapat peran, lalu kenapa kau masukkan aku dalam drama cintamu?,” anonim.
“ Teganya kau ajari aku cara mencintaimu, namun tak pernah kau ajarkan untuk melupakanmu,” anonim.
“ Indahnya bulan dan bintang selalu hadir di setiap malam, tidak seperti dirimu yang meninggalkanku dalam kegelapan,” anonim.
“ Untuk apa kau ajari aku cara terbang jika kemudian kau patahkan lagi sayap ini?,” anonim.
“ Belum sempat ku nyatakan cinta padamu, ternyata lebih dulu ku lihat di balik jendela matamu, jika kau sedang bersama dia,” anonim.
“ Sadarkah kau jika kita sedang di arah yang berbeda, mungkin aku yang berjalan menjauh, atau kamu yang sedang menyimpang?,” anonim.
“ Jika kau mengharap kepergian maka pergilah. Namun jangan kau bawa bahagia ini, dan menjadikan air mata ini sebagai jejak pelarianmu,” anonim.
80 Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati, Sebuah Ungkapan di saat Galau #2
Source : dream.co.id
“ Jika alunan gitar mampu menampung segala rindu, maka judul lagu terbaikku adalah namamu,” anonim.
“ Bagaimana diri ini bertingkah biasa saja, jika senyummu saja membawa kenangan yang tak bisa ku lupa,” anonim.
“ Dirimu layaknya bintang sejati, yang terus bersinar di langit malam. Sementara aku hanyalah kerdil yang ingin mati, mengharap cintamu yang tak kunjung datang,” anonim.
“ Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam,” anonim.
“ Dan seperti air sungai yang mengalir ke hulu, maka aliran darahku pun menjadi pilu ketika ku tahu.engkau mulai melupakanku,” anonim.
“ Air mata ini tidak menetes sebagai pertanda hujan, namun hanya rasa rindu yang ingin mencari tempat untuk berpulang,” anonim.
“ Biar saja air mata ini menguap ke udara, hingga menggumpal menjadi mendung, dan akhirnya membanjiri rumahmu yang indah,” anonim.
“ Berjuta orang di bumi, namun hanya dia yang tidak bisa ku dapati,” Tabitha Suzuma.
“ Point tersulit dari kata move on yakni mengetahui kenyataan bahwa ia sudah melakukannya,” Faraaz Kazi.
“ Semua orang bilang turuti kata hatimu. Aku menjalankannya, dan akhirnya patah hati,” Agatha Christie.
“ Antara kita ada lautan keheningan, dan di dalamnya ada aku yang tenggelam,” Ranata Suzuki.
“ Sesuatu telah hilang dari perasaanku, yang ia terlanjur ku berikan ke padamu,” Ipang.
“ Jika bumi berhenti berputar, mungkinkah cinta ini akan pudar?” anonim.
“ Dan dari semua kenangan indah, hanya ketika bersamanya yang sulit untuk dilupakan”, anonim.
“ Aku tak punya rupa cantik yang bisa menjadi pelengkapmu, namun aku juga tak mampu mencintaimu dengan cara cantik agar bisa bersanding dengan dirimu,” anonim.
“ Ingin ku abaikan pedih sakit sisa umurku, ketika jatuh dalam heningnya dasar hidupmu,” anonim.
“ Teruslah menemukan cinta yang kau inginkan, karena biarpun aku menantimu dalam hujan, engkau tak akan membuka hati yang kuinginkan,” anonim.
“ Merangkai waktu itu seperti mengukir jejak dalam langkah kaki, yang kelak akan sampai pintu akhir dalam cinta kita,” anonim.
“ Ketika melangkah di depanku, kamu nampak biasa. Namun apalah daya hati ini yang selalu mengagumimu tanpa suara,” anonim.
“ Aku rela hidup dalam pijar lenteramu, meskipun suatu saat kau akan memadamkannya,” anonim.
“ Jika kepergian ini tak membuatmu rindu, mungkin kedatanganku bukan suatu hal yang sedang kau tunggu,” anonim.
“ Mungkin sekarang hanya hujan yang datang ke rumah ini, namun kelak ku berharap engkau yang akan mengobati rasa sakit hati ini,”
“ Kau bagaikan mimpi, kenanganmu terus merajut sepanjang tidur malam ini,” anonim.
“ Aku hanyalah daun yang jatuh dengan terpaksa, karena terlepas dari ranting yang lama menjadi sandaran,” anonim.
“ Mungkin aku terlalu lama memburu waktu, hingga berharap waktu juga mampu membunuh rasa untukku,” anonim.
“ Aku tak peduli dengan cahaya yang perlahan pergi, namun aku hanya takut jika esok menjadi sepi,” anonim.
“ Aku melangkahkan kaki bersama dengan harapan. Dan aku menunggu dalam sepi, meski ditemani ketidakpastian,” anonim.
“ Menyakitkan itu ketika kau dan dia saling mencintai, namun hanya sebatas teman,” anonim.
“ Rindu itu menyesakkan dada, menyayat hati, dan membungkus rasa sakit ini seperti labirin tanpa jalan keluar,” anonim.
“ Tahukah kamu rasa sakit apa yang susah hilang? Yakni saat kau bilang putus namun hati masih sayang,” anonim.
“ Kala fajar menjemput pulang, maka ku berikan malam yang bisa untuk kau kenang,” anonim.
“ Kau meninggalkan diri ini dengan perahu usang di tengah-tengah lautan harapan, padahal dulu kita merakit cinta dan belajar mengarunginya secara bersama,” anonim.
“ Kau mungkin sudah menghancurkan hati ini hingga tak tersisa, namun aku akan tetap berjuang dengan sisa kepingan yang ada,” anonim.
“ Aku bukanlah orang yang mampu merubah racun menjadi madu, karena tak bisa ku ubah cinta kita yang jauh dari kata restu,” anonim.
“ Apalah daya ini yang hanya bisa mengikhlaskan kepergianmu, ketika seseorang telah ada untuk menjagamu,” anonim.
“ Mungkin jika hati ini ikhlas untuk menerimanya, maka kepergianmu tak akan menjadi derita,” anonim.
“ Ingin ku ketuk pintu hatimu, apalah daya ternyata ada orang lain yang sudah singgah dan membuatmu penuh bahagia,” anonim.
“ Bersyukur meski hanya melihatmu dalam mimpi, karena ketika terbangun, bayanganmu akan kembali sirna,” anonim.
“ Jika kau pikir kepergianmu membuatku lebih baik, engkau sangat salah. Karena aku hanya bersembunyi di balik kata bijak, agar kau percaya aku terlihat tegar,” anonim.
Komentar
Posting Komentar